Merakit Sendiri Kabel Network Dengan Connector RJ-45 (versi tulis ulang)

September 10, 2007

kabelethernet.jpg

Sesuai dengan informasi pada postingan sebelumnya dimana artikel ini kehapus dengan tidak sengaja, ini dia versi baru artikelnya.

Bagi seorang pekerja IT, apalagi kalau dia seorang Network Administrator, merakit kabel jaringan merupakan hal mutlak dan mendasar untuk diketahui. Karena bisa dikatakan, di-era networking saat ini, penggunaan kabel jaringan sangat diperlukan, meskipun teknologi wireless sudah semakin banyak dipergunakan, tetapi bagi sebagian besar pengguna jaringan, pemakaian kabel jaringan lebih dipilih daripada jaringan nirkabel.

Hal ini disebabkan karena tingkat kecepatan dari kabel yang rata – rata sekitar 100 Mbps atau kurang, masih lebih tinggi daripada menggunakan teknologi wireless yang kecepatannya rata – rata berkisar 54 Mbps atau kurang. Ditambah lagi dengan tingkat stabilitasnya. Meskipun yah, kerjaannya jadi nambah. istilah kerennya “harus naik turun tangga” :-) .

Oke, kita lanjutkan. Berikut ini kita akan mempelajari bagaimana merakit sendiri kabel jaringan, yang mudah – mudahan bisa anda lakukan sendiri setelah mempelajari tutorial ini. Jadi, mungkin suatu saat nanti, jika anda membutuhkan kabel jaringan, anda bisa membuatnya sendiri dan tidak perlu lagi memanggil seorang network administrator untuk melakukannya (minta maaf ya buat teman – teman para network administrator, kalau sedikit “lahan” kerjaannya harus diambil, ini kan demi kepentingan informasi dan ilmu pengetahuan juga, meskipun yah, seperti membakar dapur sendiri :lol: ).

Kabel Network terdiri atas 2 jenis yaitu Straight-through Cable dan Crossover Cable. Tujuan dan penggunaannya sama, hanya berbeda pada orientasinya saja, Straight Cable digunakan untuk menghubungkan beberapa client dengan menggunakan bantuan hub atau switch sebagai network manager. Sedangkan Crossover Cable, dapat digunakan untuk menghubungkan 2 unit client secara langsung, ataupun menghubungkan single computer dengan router.

Alat – Alat Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mulai Merakit Kabel

Sebelum memulai merakit, kita perlu mempersiapkan beberapa item berikut ini:

  1. ethernetcable2.jpgUTP Cable: Sudah pasti kita membutuhkan item ini J. Pastikan jenisnya CAT5 atau CAT6 yang merupakan standar internasional untuk kabel jaringan. Harganya mungkin berkisar antara Rp. 300.000 s/d Rp. 1.200.000 ber box alias 50 meter, tergantung merek, dan kualitas. Biasnya sih aku pake merk BELKIN.
  2. rj45.jpgKonektor RJ-45 : RJ merupakan singkatan dari (Registered Jack). Untuk kabel telepon biasanya menggunakan RJ-11, dan untuk kabel network tipenya RJ45. Harganya sekitar Rp. 50.000 s/d Rp. 150.000 per kotak dengan 100 unit konektor.
  3. crimpingtool.jpgCrimping Tool: Ini merupakan senjata kita dalam merakit kabel, karena dia punya kemampuan menyatukan dan menjepit kabel dengan konektor selain juga bisa dipakai untuk memotong kabel. Harganya sekitar Rp. 150.000
  4. cutter.jpgCutter: Digunakan untuk memotong dan merapikan kabel agar lebih mudah dimasukkan kedalam lubang connector RJ-45. Harganya sekitar Rp. 5000
  5. cabletester.jpgCable Tester: Ini digunakan setelah kita selesai merakit kabel, berfungsi untuk mengetes apakah kabel sudah dirakit dan berfungsi dengan benar. Tanpa ini, kita akan sedikit repot untuk mengetesnya langsung pada instalasi jaringan. Bayangin kalau udah dengan “semangat ‘45” kita udah melakukan instalasi kabel, dan ternyata gak berfungsi dengan baik??? Capeee Deeeeh… :lol: . Btw, harganya berkisar antara Rp. 50.000 sampai dengan Rp. 200.ooo
  6. Kopi dan Snack :lol:

Klik disini untuk lanjutannya…

Mulai Merakit Kabel dan Mengujinya

Oke, setelah semua peralatan yang kita butuhkan siap dan secara mental kita sudah siap juga :P , kita bisa langsung memulai proses merakit kabel jaringan ini.

  1. Siapkan kabel UTP sepanjang yang kita ingin gunakan misalnya 10 meter, atau lebih dengan catatan: panjang maksimum disarankan tidak lebih dari 100 meter karena semakin jauh jaraknya, maka tingkat LOS (Loss of Signal) akan semakin tinggi
  2. Ukur sekitar 1 cm dari ujung kabel dan potonglah bagian luar dari kabel perlahan secara memutar. Dalam proses ini berhati-hatilah karena kesalahan sedikit saja dapat membuat kabel kabel tipis 8 warna yang ada dibagian dalam kabel dapat putus, yang berarti kita harus mengulang lagi untuk memotong bagian luarnya
  3. Setelah bagian luarnya kita potong, susunlah kabel-kabel warna warni tersebut dengan urutan sebagai berikut:

    (catatan: urutan kabel pada Straight-through Cable sama untuk kedua ujungnya dengan urutan [Putih Orange - Orange - Putih Hijau - Biru - Putih Biru - Hijau - Putih Coklat - Coklat], sedangkan pada Crossover Cable, ujung yang satu memiliki urutan yang berbeda, [Putih Orange - Orange - Putih Hijau - Biru - Putih Biru - Hijau - Putih Coklat - Coklat] dan pada ujung yang satu lagi, [Putih Hijau - Hijau - Putih Orang - Putih Coklat - Coklat - Orange - Biru - Putih Biru]).

    Perhatikan gambar dibawah ini

    kabelstraight.gifkabelcrossover.gif

  4. Setelah menyusunnya dengan rapi dan memastikan kalau ujung dari semua kabel rata (untuk memudahkan ketika memasukkannya kedalam konektor RJ-45, potonglah jika semua ujung belum rata), ambil konektor RJ-45-nya kemudian masukkan semua ujung kabel yang telah di susun dengan hati – hati kedalam lubang yang terdapat pada konektor RJ-45 tersebut. Pastikan semua kabel rata pada tiap ujung lempengan yang ada di dalam port. Karena satu saja dari kaki-kaki kabel tidak menyentuh pada lempengan tersebut maka kabel tidak akan berfungsi.
  5. Kemudian, masukkanlah konektor RJ-45 yang telah disatukan dengan kabel tersebut pada Crimping Tool dan tekan dengan penekanan yang cukup kuat, dan tahan beberapa detik untuk memastikan kaki pengunci pada konektor telah mengunci kabel dengan baik sehingga tidak goyang atau lepas. Lakukan hal yang sama pada ujung satu lagi.
  6. Jika telah selesai, sekarang kita akan menggunakan network cable tester untuk menguji apakah kabel kita telah berfungsi dengan baik. Masukkan kedua ujung konektor pada masing – masing port untuk RJ-45 pada tester, kemudian hidupkan testernya, perhatikan kedua bagian lampu indikator (yang biasanya masing-masing berjumlah 8 lampu plus 1 lampu indikator untuk grounding). Jika kabel dalam status yang bagus, lampu-lampu tersebut akan hidup berurutan sesuai dengan urutan nomornya (kecuali jika sedang menguji kabel cross dimana urutannya berbeda – lihat langkah #3).
  7. Selesai sudah

Selamat mencoba :-)

Oh iya jangan lupa kasih komentar ya :roll:


Technorati TAGS: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Entry Filed under: Network. .

46 Comments Add your own

  • 1. piyecarane  |  September 10, 2007 at 8:55 pm

    Sejak tahun 1999 berkecimpung di bidang networking, sampai sekarang saya masih suka lupa urutan warna kabel *terlalu banyak ngapalin password
    Artikel ini penting sekali buat contekan saya :P

    Balas
  • 2. tianzega  |  September 11, 2007 at 12:04 am

    @piyecarane

    terlalu banyak ngapalin password

    matematika itu bukan untuk dihafal mas (lho apa hubungannya :roll: :lol: )
    oh iya ntar kalau nyontek jangan lupa merem ya :lol:
    en thx udah singgah di blog yang gak seberapa ini

    Balas
  • 3. dedy  |  September 18, 2007 at 10:13 am

    kalau bisa dijelaskan setting komputernya juga donk!!

    Balas
  • 4. tianzega  |  September 18, 2007 at 1:57 pm

    @dedy
    setting komputernya yang bagaimana yaks?
    dan untuk keperluan apa? Ad-hoc atau Infrastructure?

    Balas
  • 5. nero kerzakorv  |  September 21, 2007 at 5:01 pm

    no ozario zagano aku gak ro

    Balas
  • 6. tianzega  |  September 23, 2007 at 8:29 am

    @nero kerzakorv
    walah apa lagi ini? bahasa planet mana ya? :roll:

    :lol:

    Balas
  • 7. hanta  |  September 29, 2007 at 4:17 am

    mas , klo rakit mudah aja klo nyambung bagaimana ? apa ada alat atau bahan lain klo untuk nyam bung kabelnya bila terputus,

    thank,

    Balas
  • 8. tianzega  |  September 29, 2007 at 7:33 pm

    @hanta
    dulu aku pernah coba pake solderan untuk nyambungin tiap kabel, dan berhasil, tapi LOS-nya tinggi sekali.
    Jadi sepertinya lebih baik dengan mengganti langsung kabel yang rusak, atau mungkin menggunakan extender seperti pada link ini dan bisa juga dengan menggunakan joiner. Tetapi menurut aku sih, tetap solusi termurah dan efisien ya ganti kabel saja, dan rakit kembali connetor RJ-45 di tiap ujungnya, lebih gampang ;)

    Balas
  • 9. masteko  |  Oktober 25, 2007 at 10:13 am

    Apakah ada perbedaan utk klas umpama klas A orange dulu yg lainnya hijau dulu ?

    Balas
  • 10. ahmad yani  |  November 22, 2007 at 2:50 pm

    kalo bisa dijelasin juga cara untuk setup komputer servernya

    Balas
  • 11. ahmad yani  |  November 22, 2007 at 2:52 pm

    kalo bisa cara setup servernya juga dijelasin

    Balas
  • 12. liel  |  Desember 19, 2007 at 10:46 am

    setup servernya juga minta dong….!!!
    Trus yang saya tahu untuk menghubungkan 2 komputer yang dipakai hanya kabel 1,2,3, dan 6…..???

    Balas
  • 13. kiki  |  Maret 13, 2008 at 10:10 am

    mas perasaan ya urutan cable croos itu kan
    1
    1.putih orange-orange
    2.putih hijau-biru
    3.putih biru-hijau
    4.putih coklat-coklat

    2
    1.putih hijau-hijau
    2.putih orange-biru
    3.putih biru-orange
    4.putih coklat-coklat

    tp mas ko’ bkin nya laen bgtu

    Balas
  • 14. kiki  |  Maret 13, 2008 at 10:11 am

    mas aq skalian mnta ajarin cara membuat rooter selain pke IPCOP…

    aq tggu ya mas

    thank’s

    Balas
  • 15. cherly  |  Maret 18, 2008 at 11:49 am

    saya diajarkan di sekolah urutan kabel street :

    putih orange-orange
    putih hijau-putih biru
    biru-hijau
    putih coklat-coklat

    kenapa ko ada yang terbalik antara putih biru dengan biru, apakah tidak terpengaruh dengan jaringan di komputer nya?

    thak’s

    di tunggu balasanya.

    Balas
  • 16. poppy  |  Maret 19, 2008 at 12:36 am

    Seliane kue ana maning ora

    Balas
  • 17. NELINHO  |  April 3, 2008 at 9:37 am

    teksnya sudah lengkap.
    coba tambahkan dengan gambar yang lebih lengkap lagi.

    Balas
  • 18. mustaqim  |  Mei 7, 2008 at 1:49 pm

    Broo..! bagaimana intalasi/setting jaringan pear to pear jika beda system : Satunya pakai windows 98x dan satunya pakai Win XP Prof.

    Balas
  • 19. ndandaks  |  Juni 11, 2008 at 7:17 pm

    gw baru aja berkecimpung di IT btw loe tw gak tentang mikrotik tlg jawabanya yach……………thx

    Balas
  • 20. mentari  |  Juli 10, 2008 at 7:55 pm

    wow……………………….Is the bESt…

    Balas
  • 21. hadyt  |  Juli 24, 2008 at 4:34 pm

    thanx atas sdikit pEngetahuanNya tnntng komputer.
    tp tLong,msLh kabeL yg bRbda-bEda itu dijLsin.
    spy ga bkin org bngung.
    makaci.

    Balas
  • 22. moridset  |  Juli 30, 2008 at 2:03 pm

    mas… utk jaringan pear to pear tanpa menggunakan aturan Crossover Cable Gimana? Bisa tapi ada gangguan, ato ga bisa sama sekali.

    apa maksudnya kok di setting cross ?

    Balas
  • 23. sI_GanTeNG  |  Juli 31, 2008 at 2:54 pm

    tengkYu bang

    Balas
  • 24. arie  |  Agustus 29, 2008 at 2:05 pm

    makasih banyak buatt artikelnya,,

    Balas
  • 25. lemurastafara  |  Oktober 8, 2008 at 5:07 pm

    hehe lam kenal artikelnya keren jg, btw aku blm pernah make “Cable Tester” lho.. tapi fine2 aja dan ga ada masalah apa ini bakat alam yah haha.. cuma klo disuruh jelasin kenapa hrs bgt urutannya ya sy ga bs jelasin hehe.. trus type ini itu jg ga tau, klo tau lebih bermanfaat bukan,..

    Balas
  • 26. edy  |  Oktober 28, 2008 at 4:26 pm

    good guys…oke nech, tapi koq banyak yang beda yach..tapi its ok tujuannye same….yang penting connect gitu aje koq repot…hik..hik..hik

    Balas
  • 27. dian  |  Maret 8, 2009 at 9:55 am

    nyontek ya maklum masih awam masalah komputer, thanks mas artikelnya, skalian bisa ga mas minta ajarin cara setting swicth untuk lan dimana aja tu pasang-pasang kabelnya? sekalian servernya bisa ga mas, thanks banget semoga blog ini semakin maju dan semakin inovatif cerdas aktual dan terpercaya

    Balas
  • 28. Fitri  |  April 7, 2009 at 10:22 pm

    :) akhirnya nemu juga tutorialnya, trims

    Balas
  • 29. cahkenthir  |  April 17, 2009 at 11:26 am

    Wah nice tuts mas :D

    Ijin copas buat saya taruh di forum ya ;)

    Balas
  • 30. sule  |  Mei 30, 2009 at 3:42 pm

    gimana cara settingnya di situ ga jelas?………….cara mendatanya

    Balas
  • 31. Winara  |  Juli 24, 2009 at 10:39 am

    trims yah mas
    buat artikelnya

    Balas
  • 32. ivan  |  Agustus 10, 2009 at 11:59 am

    thanks

    akhirnya thu juga rakit kabel LAn

    Balas
  • 33. Lana  |  September 16, 2009 at 8:42 am

    Mas,perasaan utk kbl cross :
    1)*putih-orange-orange
    *putih-hijau-biru
    *putih-biru-hijau
    *putih-coklat-coklat.
    2)*putih-hijau-hijau
    *putih-orange-biru
    *putih-biru-orange
    *putih-coklat-coklat.
    Kok bda ia mas,soal na sya d ajarkan d skull pke sstem :
    1 3
    2 6
    jd na kyk gt. Mohon penjelasan na ia mas!!!

    Balas
    • 34. -=XL=-  |  Oktober 5, 2009 at 1:04 pm

      yup… anda benar…

      kalau saya bikin kabel cross juga urutannya kayak yg anda sebutkan…

      lagian juga kecepatan kabel itu bukan tergantung kabel nya tapi tergantung Lan Cardnya support 10/100 atau 10/100/1000

      Balas
  • 35. ikhda  |  September 29, 2009 at 1:26 pm

    q tp binun’ ne….
    diperjelaz ea….

    Balas
  • 36. wandhe  |  Oktober 3, 2009 at 5:45 am

    wan juga ppernah ka ngerakitnya, hehehhe,
    anak TKJ yh, Kalo iya Sama donk
    lam kenal yh

    Balas
  • 37. putriputrian  |  Oktober 9, 2009 at 9:42 pm

    kykx simple yahh..mks infox..bsok langsung dpraktekin nii di kmpus..moga bisa!

    Balas
  • 38. kaka  |  Oktober 11, 2009 at 12:19 am

    begini bang saya kan sesekali main kriping RJ 45, tapi yang aku tanyakan apakah warna harus menjadi pedoman ataukah angka aja yang menjadi pedoman, trims atas balasanya

    Balas
  • 39. oephank  |  Oktober 15, 2009 at 11:41 am

    Mas….knp yach Rlink aku gak bisa lagi memancargan signal WIFI….makasih atas jawabannya yachhhh

    Balas
  • 40. nanang masroem  |  Oktober 19, 2009 at 3:37 pm

    klu bsa,, cra setting di komputernya yh

    Balas
  • 41. riess  |  Oktober 20, 2009 at 1:36 am

    se7 banget kalo bnyak yang berbagi ilmu networking,… ilmu g bakalanhabis.. kecuali kalo di buat bisnis.. yang habis nilai bisnisnya…

    Balas
  • 42. Luthfy aditian  |  Oktober 25, 2009 at 3:25 pm

    hmm, , , , , , , ,
    Patut dicoba nie !!!!!!!!!!

    Balas
  • 43. indra putra  |  Oktober 29, 2009 at 10:53 am

    CMIIW, aku mau nanya yang untuk Crossnya pa gak salah tu. biasanya nomor 4, 5, 7 dan 8 posisinya gak berubah “tetap”
    Thank’s

    Balas
  • 44. ayu  |  Oktober 30, 2009 at 11:43 am

    bang mau tanya kalo THERMOCOUPLE Cable apa ya ….?? rada bingung… taunya cuma kabel UTP sama COAXIAL hehehe thanks ya

    Balas
  • 45. Novi kurnianto  |  November 3, 2009 at 7:53 am

    elek!

    Balas
  • 46. Novi kurnianto  |  November 3, 2009 at 7:55 am

    artikelnya sedikit baik banyak jeleknya!!!

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Top 5 Posts Read

Tulisan-tulisan Terbaru

The Categories List

01. Registrasi Blog Account 02. INMARSAT Mini-M TT-3060 02. Mempersiapkan Blog 03. Menulis Blog Adobe Photoshop Belajar Blog Wordpress.com Entertainment General Handphone Information - Tutorial Linux, Fedora, Mandriva, Suse Microsoft Office Stuff Network Nias Island PCMAV Personal Radio Communication Technology Virus Windows

Blogroll

The Bloggers

Monthly Calendar

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

People Lost in My Room

Member Of

Spam Blocked

Digitalized Images Creation

Ordinary Beauty

Young Couple

Unbelieveble

I feel shame

Unrevealed Sadness

More Photos

Restricted Author Area

Community

Forum Bloggerian Indonesia

Indiwiki Bloggerian

dd-wrt

hacker.org

hot script