Heboh False Alarm Tsunami Di Banda Aceh, NAD, 5 Juni 2007

Juni 4, 2007 at 6:05 pm Tinggalkan komentar

Pagi yang terlihat berjalan dengan normal pada tanggal 5 Juni 2007, harus dinodai dengan ketakutan dan kepanikan warga Banda Aceh, NAD, terutama yang tinggal di daerah – daerah pesisir pantai yang disebabkan oleh tiba – tiba berbunyinya sirene Alarm Tsunami yang terjadi pada pagi hari tersebut dan ribuan warga pun segera berusaha menyelamatkan diri.

Masih segar di ingatan masyarakat Aceh ketika Tsunami yang dahsyat yang terjadi pada akhir Desember 2004 lalu, yang memakan ratusan ribu korban jiwa dan meluluh lantakkan hampir sebagian besar wilayah NAD, jelas saja seketika membuat mereka segera berhamburan keluar dan melarikan diri ke tempat yang aman, ketika suara sirene Alarm Tsunami yang meraung – raung dengan keras mengagetkan masyarakat yang sedang melakukan aktifitas mereka seperti biasa. Kepanikan dan ketakutan terlihat jelas menghiasi sebagian besar wajah masyarakat yang berusaha menyelamatkan diri. Meskipun pada akhirnya diketahui bahwa raungan sirene tersebut hanyalah sebuah False Alarm (sinyal alarm yang salah, dan bukan merupakan indikasi kejadian yang sesungguhnya).

Menurut Kepala BMG Banda Aceh, Syahnan, hal ini disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem jaringan alarm tsunami, dan masih dilakukan investigasi terhadap kejadian ini, meskipun hal ini dibantah seorang ahli dari BPPT yang mengatakan bahwa hal itu terjadi karena disebabkan oleh kesalahan manusia yang mengoperasikan fasilitas tersebut. Karena secara logika, Alarm Tsunami telah didesain dengan baik untuk lebih selektif dalam mengukur tekanan air dan mengkalkulasikan terjadinya Tsunami, sehingga tidak akan berbunyi jika bukan merupakan tanda bahaya yang dipicu oleh Tsunami. Demikian penegasan ahli dari BPPT tersebut.

Hal ini sudah pasti semakin menimbulkan keraguan terhadap kinerja dari Alarm Tsunami yang telah di pasang di beberapa tempat di wilayah Indonesia yang berpotensi mengalami Tsunami, yang memang dari awalnya sudah diragukan ke-efektifannya, apalagi ditambah dengan buruknya kinerja para operator meteorologi dan geofisika di negara kita.

Apabila kejadian False Alarm seperti ini terus terjadi, akan membuat masyarakat menjadi tidak nyaman. Karena ketika sirene berbunyi, warga akan segera menyelamatkan diri, dan ternyata hanya merupakan False Alarm, maka jika suatu saat nanti, sirene tanda terjadinya Tsunami ini meraung – raung lagi, dan memang benar merupakan indikasi terhadap Tsunami yang sesungguhnya, masyarakat akan terlena, dan menganggap bahwa itu hanyalah sebuah False Alarm dari fasilitas Alarm Tsunami.

Apakah kita harus menunggu jatuh korban lebih banyak lagi sebelum kita memperbaiki segala sesuatunya?

 


Technorati TAGS: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Entry filed under: General. Tags: .

Nasib Pekerja Nias Setelah NGO Angkat Kaki Valentino Rossi Runner-Up MotoGP Afrika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Monthly Calendar

Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

People Lost in My Room

  • 646,151 friends

Member Of

Digitalized Images Creation

Ordinary Beauty

Young Couple

Unbelieveble

I feel shame

Unrevealed Sadness

Lebih Banyak Foto

Community

Forum Bloggerian Indonesia
Indiwiki Bloggerian
dd-wrt
hacker.org
hot script


%d blogger menyukai ini: