Menambah Jangkauan dan Kekuatan Sinyal VHF
Juni 13, 2007 at 11:28 am 96 komentar
Seperti telah kita baca di artikel sebelumnya, bahwa kekuatan sinyal frekwensi VHF (Very High Frequency) sangat dipengaruhi oleh jarak pandang (line of sight) dan juga objek – objek yang berada di antara stasiun, maka timbul pertanyaan bagaimana cara untuk mengatasi kelemahan dari frekwensi tersebut?. Jawabannya adalah dengan menggunakan Repeater.
Repeater itu seperti apa?
Secara singkat repeater bisa diartikan sebagai unit logik atau medium yang digunakan untuk dapat mengatur keluar masuknya transmisi untuk kemudian memprosesnya dengan menerima ataupun mengirimkannya. Jadi apa hubungannya dengan meningkatkan kekuatan sinyal?
Itu karena repeater terdiri dari Transmitter dan Receiver sekaligus sehingga transmisi yang masuk dapat diterima sekaligus dikirimkan. Analoginya jika sebuah stasiun mengirimkan transmisi dengan melewati repeater, maka transmisi tersebut akan dikirimkan kembali ke stasiun tujuan yang masih berada dalam jangkauan (range) repeater. Nah dengan tujuan untuk menambah range tersebut, itulah sebabnya repeater selalu diletakkan di areal yang cukup tinggi, misalnya di areal menara, ataupun perbukitan, dengan ketinggian antenna-nya disarankan lebih dari 25 meter dari permukaan tanah.

Perhatikan perbedaan kedua gambar diatas, gambar pertama menunjukkan ketika dua stasiun saling melakukan transmisi, tetapi tidak dapat menjangkau stasiun lainnya. Sedangkan pada gambar kedua, dengan menggunakan repeater, kedua stasiun dapat berhubungan karena berada dalam jangkauan repeater. Secara teori, jika tidak menggunakan repeater, jangkauan transmisi frekwensi VHF hanya sekitar 2 km – 20 km, tetapi dengan menggunakan repeater bisa mencapai sekitar 40 km – 100 km.
Selain itu dengan menggunakan beberapa repeater secara bersamaan (pada frekwensi yang sama) jangkauan sinyal transmisi bisa semakin jauh.
Merek Repeater yang paling banyak digunakan saat ini adalah buatan Motorola,
karena repeater merek ini lebih stabil dan juga lebih simpel, serta cara instalasinya pun cukup mudah.
Berikut ini skema instalasi repeater

Prosedur umum pada saat melakukan instalasi repeater:
- Pastikan Repeater anda dalam keadaan baik, dan juga pastikan setting frekwensi pada Receiver dan Transmitter sudah benar.
- Survei area tempat Repeater akan diinstalasi, disarankan di perbukitan dan memiliki sumber power listrik, serta memiliki fasilitas grounding yang baik. Misalnya di daerah tower stasiun radio.
- Setelah menemukan area yang baik, persiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti Repeater beserta kabel – kabelnya (Kabel Coaxial, Kabel Power), Antena Repeater, Batere (disarankan menggunakan Gel Batere) dan 2 kabel konektornya, disarankan dengan ketebalan lebih dari 5mm dengan satu wayar, Stabilizer 2000W, Kabel Grounding, Kabel Power, dan juga jangan lupa untuk membawa peralatan pendukung instalasi seperti obeng, tang, gunting kabel, dsb.
- Mulailah dengan menghubungkan port Ground pada repeater dengan panel Grounding di area instalasi dengan menggunakan kabel Grounding.
Catatan: Jika fasilitas grounding tidak tersedia di area tersebut, berarti anda harus mempersiapkan besi kuningan dengan ukuran panjang minimal 5 meter sebagai penghantar. Kemudian setelah anda mengikat kabel Grounding pada besi, tanamlah besi tersebut dengan kedalaman minimal 8 meter di bawah permukaan tanah.
- Setelah proses pemasangan grounding selesai, kemudian hubungkan port kutub negatif dan positif pada repeater dengan batere.
- Lakukan instalasi Antena Repeater dengan memasangnya pada posisi yang cukup tinggi, minimal 25 meter diatas permukaan tanah. Akan sangat baik jika pada area terdapat tiang menara yang tinggi, sehingga Antena Repeater dapat dipasang pada tiang menara tersebut untuk mendapatkan ketinggian yang maksimal.
- Kemudian tarik kabel Coaxial dari port Antenna di repeater dan pasang pada antena yang telah anda pasang pada langkah #5. Lakukan instalasi kabel dengan sangat hati – hati dan rapi, untuk menghindari kerusakan pada kabel. Harap diingat kabel Coaxial ini jangan sampai tertekuk ataupun terpotong, karena akan mengurangi kekuatan sinyal bahkan dapat merusak Repeater itu sendiri.
- Jika semuanya telah terpasang dengan benar, maka pasanglah kabel Power pada Repeater dan hubungkan dengan stabilizer sebelum menghubungkannya pada socket arus listrik.
- Hidupkan Repeater, dan pastikan tombol Enable Repeater pada Repeater sudah di aktifkan.
- Cobalah melakukan transmisi.
Technorati TAGS: wordpress, blog, blogroll, entertainment, general, information, tutorial, adobe, photoshop, handphone, linux, fedora, mandriva, suse, microsoft, office, network, technology, virus, windows, lyric, chord, tablature, niasisland, nias, island, personal, radio, communication, satellite, phone, inmarsat, thuraya, blogger, vacancies
Entry filed under: Information - Tutorial, Radio Communication, Technology. Tags: .
96 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

















1. Mengenal Jenis Frekwensi Radio Komunikasi dan Cara Kerjanya « tianzega virtual room | Juni 13, 2007 pada 12:16 pm
[...] Menambah Jangkauan dan Kekuatan Sinyal VHF [...]
2.
Chairil | Agustus 6, 2007 pada 1:44 pm
saya minta saran nya,,,kebetulan saya pemula dalam hal radio amatir,,,saya bingung untuk membeli HT,, bagus mana frekuensi dengan UHF dan VHF,,,dan difrekuensi mana yang paling banayk dipakai??
2.apa sich yang dimaksud dengan BNC?koq HT saya memerlukan BNC?
3.
Dahana | April 24, 2010 pada 2:52 am
Jika anda tinggal di Bandung dan sekitarnya besok tgl. 24-25 Datang ke pameran kami di PT DI Bandung,kami sedang pameran dengan Teknologi terbaru dalam hal radio amatir, pasti akan dapet info menarik,FREE…..
Hub. saya, Dahana 0818.90.1001
4.
arie | Agustus 10, 2010 pada 6:44 pm
Sori br liat site ini stlah browsing…kira2 teknologi apa yg baru di radio amatir? boleh dong di sharing ke email sy. thnx –> dino.mist@gmail.com
5.
Roswansyah Putra | Agustus 18, 2007 pada 1:12 pm
saya seorang operator radio, ingin menanyakan bagaimana cara untuk mendapatkan buku atau materi tentang teknisi radio. kalau ada yg tau tolong kirimi ke Email saya, thanks…
6.
RUdik | Februari 19, 2013 pada 6:47 pm
Gan. saya punya pemancar tv uhf mini 5 watt. Tidak di pakai, mau saya jual , ada antena panel, kabel RG8 10 meter, di jual 3.5 juta saja, tinggal on langsung mancar, Hub 089672872227, Rudi Bangil. Pas.
7.
tianzega | Agustus 18, 2007 pada 6:22 pm
Hi Bro,
Wah pekerjaan yang bagus dan menarik sekali, dan biasanya jadi Security Focal Point. Kerja di mana?
Oke untuk menjawab pertanyaannya, hampir sebagian besar perusahaan pembuat radio memiliki guidelines di website-nya masing-masing. Contohnya Motorola dan iCOM sebagai 2 perusahaan produksi radio komunikasi terbesar di dunia.
Untuk produk iCOM, anda bis me-refer ke link berikut ini:
iCOM Amerika Support Download
Dan untuk produk Motorola, silahkan refer ke link berikut ini:
Motorola Documents and Files
Terakhir, maaf kalau saya hanya bisa mereferensikan kedua merek tersebut diatas, bukan untuk promosi
, tetapi kebetulan saya lebih familiar dengan produk – produk kedua brand tersebut.
Best Regards
8.
rie | Oktober 1, 2007 pada 12:58 pm
hallo, saya rie, mahasiswi, sekarang sedang bingung niy
saya sedang membuat PA..
kira2, yang membedakan suatu repeater tertentu dengan repeater lain (dalam hal perbedaan merek) itu apa ya?
soalnya kadang2 dalam suatu perusahaan kom, penggunaan repeaternya ga seragam, brand nya berbeda2..
makasih
9.
RUdi | Februari 19, 2013 pada 7:18 pm
Boss. saya punya pemancar tv uhf mini 5 watt. Tidak di pakai, mau saya jual , ada antena panel, kabel RG8 10 meter, di jual 3.5 juta saja, tinggal on langsung mancar, Hub 089672872227, Rudi Bangil. Pas.
10.
tianzega | Oktober 2, 2007 pada 5:54 am
@rie
hallo juga
sebenarnya perbedaannya lebih ke kekuatan output powernya, reliabilitas sinyal, dan sudah pasti ketahanan fisik perangkatnya.
11.
ujie | Oktober 4, 2007 pada 7:38 pm
saya ujie…mahasiswi perguruan tinggi swasta….
saya lg cari2 bahan tentang repeater high power band selective…..
bisa tolongin ga…coz niy bahan penting bwt PA saya….
tlong bgt bwt mba’…ato mas yg tw banyak ttg hal tersebut…..tolong kirim ke email saya ya….
makasih bantuannya…..
12.
Krakatau | November 22, 2007 pada 1:28 pm
Mau tanya, kalo repeater didirikan di ruko 3 1/2 lantai, bisa nga ?
Lalu biaya yang diperlukan untuk membangun kira2 berapa ?
Kalo syarat tidak rumit dan biaya tidak mahal, saya ingin membangun repeater di tempat saya.
Terimakasih sebelumnya.
Salam.
13.
hendra | Desember 26, 2010 pada 9:24 pm
bisa om biaya bisa murah sesuai dengan kebutuhan
misal mau pake perangkat yg sederhana 5 juta dah ok tuh
14.
abdi | Desember 9, 2007 pada 7:50 pm
hello…
salam sejahtera…
saya Operator radio disalah satu NGO di Aceh. Kami mengunakan Radio Motorola. Tapi yang saya pake pny sendiri WEIERWEI buatan china. Maklum ja, harus disesuaikan dengan anggaran yang ada:-)
mohon petunjuk dimana bisa dapat softwarenya yang cocok dan saya juga mo tahu gmn cara set tonesnya??
Thanks
15.
dedd1 | Desember 11, 2007 pada 11:53 am
Saya punya beberapa pesawat 2m band cuman posisi geografis yang banyak gunung jadi komunikasi kami agak susah terlebih rekan2 yang lagi mobile, bolehkah kami minta skema repeater homebrew untuk 2m band,mohon bantuannya terima kasih.
16.
hasan | Desember 14, 2007 pada 2:23 pm
help… saya lagi bengong nie gimana cara memang repeater untuk aksespoint biar signalnya kuat dijangkau oleh pelanggan RT/RW net
saya
17.
dwi | Februari 6, 2008 pada 9:24 pm
Saya seorang operator radio com di slh satu instansi, saya ingin menanyakan bagaimna cara membuat rangkaian repeater utk radio 144Mhz, tlg saya minta gambar2 peralatannya serta gambar rangk elektroniknya. Thanks be4!!!!!!!!!!!!!!
18.
dwi | Februari 6, 2008 pada 9:30 pm
hai, saya mau tnya bagimana cara membuat repeater utk 144Mhz, saya minta gambar2 peralatannya dan skema elektroniknya. Thanks be4…………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
19.
yuli | Februari 7, 2008 pada 8:10 pm
say mhsiswi geografi tingkat akhir, bisa minta literatur tentang sinyal radio fm kaitannya dengan penghalang sinyal dengan kondisi geografis misalnya penggunaan lahan, ketinggian dsb, mohon dengan sangat dibantu
20.
iim | Maret 2, 2008 pada 2:59 am
hai.., tolong dong dijelasin kelbihan & kekurangan repeater yang menggunakan duplexer dan tidak, bagaimana dengan yang menggunakan 2 antena, trims banget dech.
21.
RUdik | Februari 19, 2013 pada 6:48 pm
Boss. saya punya pemancar tv uhf mini 5 watt. Tidak di pakai, mau saya jual , ada antena panel, kabel RG8 10 meter, di jual 3.5 juta saja, tinggal on langsung mancar, Hub 089672872227, Rudi Bangil. Pas.
22.
culek144.880 | Maret 9, 2008 pada 12:40 am
saya pingin tau sebenernya antena pasingcoil dan stub apasih bedanya maklum saya orang awam tentang antena tapi saya pingin eksperimen membuat antena sendiri untuk 144-147mhz.tolong dong para juragan agar dibantu.tks sebelum dan sesudahnya
tolong kirim skema yang lengkap ya juragan ke email saya
abied_doang@yahoo.com
23.
eko_gantengidol | Maret 31, 2008 pada 1:00 pm
tolong saya kasih skema pembuatan antena yg paling bagus untuk radio komunikasi i com V68
24.
eko_gantengidol | April 2, 2008 pada 10:50 am
hollo pak bos ataupun bu bos disini saya minta sarannya saya ingin membuat antena sendiri yg lebih canggih tenteunya biar radio saya bisa menjangkau keseluruh tanah air bagaimana caranya.tolong dibantu ,tolong kirim ke email saya eko_gantengidol@yahoo.com
25.
jhon | April 22, 2008 pada 5:19 pm
saya mau tanya, apa ht motorola GP200 bisa diset frekwensinya ke UHF?
26.
hafid | April 27, 2008 pada 11:19 am
antena model apa yg bagus untuk lokal dan interlokal.dan berapa ukuran ukurannya
27.
renjes | Mei 1, 2008 pada 10:09 pm
bgmana cara bikin duplekser untuk repeater
28.
delusi | Mei 12, 2008 pada 9:28 pm
saya mau tanya, kalau kita mau mengudara di freq manapun dengan bagus untuk 2m pakai alat apa? jadi ga perlu setting kabel dan antena nya.thanks you
29.
husen | Mei 27, 2008 pada 10:14 am
saya menginginkan gambar skema radio fm (penerima & pemancar)
30.
husen | Mei 27, 2008 pada 10:16 am
kalau ada skema yang paling sederhana
31.
TRI | Juni 6, 2008 pada 9:19 am
Yth forum tianzega
Ada yang tahu merubah frekwensi HT suicom type 430, dalam manualnya bekerja dengan 2 band ( 135-174 MHz dan 400-470 MHz), saat ini bekerja dengan 400 – 470 MHz. Mohon pencerahan untuk dirubah ke 135-174 MHz karena komunitas bekerja pada frekwensi tersebut.
terimakasih bantuannya.
32.
Rendra | Juni 6, 2008 pada 2:45 pm
met knal kkk sebelumnya…saya rendra, mahasiswa Institut swasta diBandung…
mo minta tolong blok2ny repeater itu kaya gimana???leh minta rangkaian schematicny g kk…
33.
Ansori | Juli 23, 2008 pada 12:15 pm
Hallo Brother And Sister di seantero Nusantara, dan di mana saja Frequency ini bisa di dengar. Saya mo tanya mengenai repeater rakitan untuk vhf radios. Saat ini saya masih bingung mo ngrakitnya. apakah repeater itu wajib memiliki alat yang namanya repeater interface? itu aja, Thank’s ya buat semua…!
Salam sejahtera aja dari Kuta Raja – NAD
34.
Ansori | Juli 31, 2008 pada 8:19 am
Hi All, kira – kira kalau rakit repeater wajib ada Repeater Controller nya nggk ya
35.
virgi | Agustus 8, 2008 pada 9:53 am
hai…….sblmnya met kenal
gini aku pengen liat rangkaian repeater tp kok disini gak ada????
tlng di tambahi
thank’s
36.
hyang roko | Agustus 19, 2008 pada 12:12 am
allo.. met kenal..
saya lagi dapet job neh yang harus pake vhf handheld..
job saya ini butuh konektivitas antara radio 2m vhF dengan vhf 16 marine/ SSB.
pertanyaan yang muncul dari orang awam ini yaitu:
1. apa bisa radio 2m saya digunakan untuk berkomunikasi dengan 16 marine/SSB tadi??
2. gimana caranya?? (apa ada tehniknya/rumus yang harus digunakan, karena dulu sekali saya pernah dengar ada rumusnya)
pliss saya tunggu bantuan bagi orang awam ini..
thanx……
37.
rian | September 19, 2008 pada 2:57 pm
saya ingin mempelajari lebih dalam lagi ttg radio/HT/WT, apakah ada petunjuk yang lebih detail n kalo bisa saya ingin melihat daftar jenis2 perlatannya sekaligus merk2 yang sering dijual.
38.
ucup | Oktober 8, 2008 pada 6:17 pm
hai, saya mau tnya bagimana cara membuat cor utk repeater 155Mhz, sekalian untuk filter recivernya biar ga` kena spleter ,saya minta gambar2 peralatannya dan skema elektroniknya, Thanks be4…………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
39.
ucup | Oktober 8, 2008 pada 6:40 pm
hai, saya mau tnya bagimana cara membuat cor utk repeater 155Mhz, sekalian untuk filter recivernya biar ga` kena spleter ,saya minta gambar2 peralatannya dan skema elektroniknya, Thanks be4…………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
~tolong kirim ke skyjump@plasa.com
40.
konayyo | Oktober 15, 2008 pada 7:34 pm
bagus mana yaesu vx 6R & 7R?thx bos
41.
restu | Oktober 17, 2008 pada 8:56 am
Om. kayaknya kalau unit repeater itu yang saya tahu mempunyai 2 atau lebih ferkwensi yang berbeda atau orang sering menyebut duplex, dimana frekwensi receivernya berbeda dengan frekwensi transmiternya. Mohon untuk ditambahi kalau ada yang salah/kurang.Terima kasih hanya nimbrung saja kok.
42.
Dadan Teja s | Oktober 24, 2008 pada 2:52 pm
Salam di udara
1.Sya seorang repeter yang dibuat sebaiknya pake pesawat HT atau pake rig yang lebih bagus, maaf punya ga rangkaian untuk membuatnya trims
2. bagaimana sih cara setting tone dalam komputer ada softwarenya ga ?
43.
CHEEMO | Desember 24, 2008 pada 2:38 pm
tolongin kasih tau cara memprogram suicom sh 430 dong.thanks
44.
kamaruddin | Januari 11, 2009 pada 4:50 pm
hii bro,
saya adalah pengiat radio amatur baru, mohon pertolongan dari bro..bagaimana nak buat duplexer homebrew..73
45.
Anto MPL | Januari 19, 2009 pada 3:39 am
Tolong di jelaskan secara sistematis dengan contoh gambar bahan dan alat yang digunakan dalam
Menambah Jangkauan dan Kekuatan Sinyal VHF
Juga
Dengan menggunakan Radio 2 m band (Pesawat Rig dan HT ) dengan Repeater link.
Mohon bantuannya Untuk Hamba ini..”"”"”"”"”"”"”
tolong kirim ke email saya Anto_Mpl@yahoo.co.id
46.
Agus Setyoko | Januari 28, 2009 pada 4:49 pm
bagaimana cara mendapatkan frekuensi,duplek dan ton kepolisian di seluruh indonesia. thanks
47.
yudhi | Februari 9, 2009 pada 10:38 am
gimana caranya untuk mamaksimalkan daya ppancar anetene vertikal jenis telex
48.
BONNY | September 15, 2009 pada 1:31 pm
Yang dimaksud telex Hy Gain, maksimalkan dengan SWR 1,2 atau 1,3 :1, kabel RG 8 atau setara atau gunakan Heliax, tinggikan antenna dan terakhir modifikasi loading nya.
salam
49.
Jimmy | Maret 30, 2009 pada 11:45 pm
Hello, saya mau tanya nih…, kalo untuk jarak jangkau 120km menggunakan sinyal VHF, minimal pake berapa watt ya daya pancarnya ?
terus…, untuk HT bisa gak di modif jadi jarak jangkaunya 120km ?
50.
Rizal Adithya | Juli 6, 2009 pada 11:46 pm
pesawat bisa diguanakan dengan jarak seperti itu tapi harus gunakan antena pengarah biar yang murahan saja kayak jenis Z.L
51.
BONNY | September 15, 2009 pada 1:29 pm
Jangkauan tergantung pada beberapa kondisi, misal kontur, propagasi, maupun hardwarenya (antenna dan pesawat). Untuk VHF diperlukan permukaan yang datar tanpa halangan sehingga didapatkan pancaran dan penerimaan maksimal.
HT bisa mencapai jarak 120 km atau lebih jika memenuhi syarat antenna yang mumpuni misal mempergunakan long yagi, ketinggian antenna. posisi antenna, kondisi permukaan yang tidak terhalang, dst, terakhir adalah penambahan power dengan booster misal
dengan B215 G, maka power HT sebelumnya 2 – 5 watt bisa meningkat drastis menjadi 150 watt. dst.
52.
Johnny Indo | April 7, 2009 pada 12:15 am
Bos …. saya lagi utak-atik pengen buat repeater yang bagus seputaran kota Malang Jatim… kemaren dapet sih cara-cara kiat-kiat buat repeater.. antara lain :
1) Frekuensi yang dipake receive harus sangat peka … yakni dengan rangkaian “Front End Repeater”.
2) Frekuensi dipersempit bandwith biar splatter gak masuk dengan rangkaian “Duplexer”.
3) nah yang terakhir “Filter” …
Nah yang saya tanyakan bos :: Punya skema atau gambar rangkaian dan type atau jenis komponen yang dibutuhkan untuk membuat tiga rangkaian yang saya sebut diatas …
Thanks a Lot
53.
yd 4 swr | Februari 19, 2010 pada 4:05 pm
saya ada kalau memang perlu hub 08176745188 yd 4 swr
54.
friennn | Februari 10, 2012 pada 3:53 pm
@yd 4 swr
Boz klu berkenan and masih skema /gambarnya,bisa ndak di kirim ke e-mail: ggunawanh@yahoo.com
55.
Manggala | Juni 6, 2009 pada 6:12 pm
mo tanya nih bagaimana cara membuat antena 2m band dengan biaya yang sangat murah dan dengan peralatan yang sangat sederhana
56.
BONNY | September 15, 2009 pada 1:21 pm
Cara termudah dalam membuat antenna 2 meter band adalah membuat antenna 1/4 lambda, cukup dengan memanfaatkan batang kuningan untuk las, kira kira panjang 45 cm, dipasang pada connector untuk RG 58, maka jadilah antenna 1/4 lambda, walaupun SWR terrendah hanya ada di 1,5:1 tapi sudah lumayan.
Regards
57.
Feber Sormin | Juni 20, 2009 pada 7:59 pm
banyankan yang bertanya, jadi bingung deh mau bertanya lagi, abis bingung juga cara program HT HT WEIERWEI VEV-3288. tadinya pikir wi wordpres ini ada yang tau caranya ha.a.a tapi banyakan bertanya jadi semua bertanya lalu siapa yang menjawab ha.a.a
58.
yanto | Juni 29, 2009 pada 1:47 pm
tolong dong minta petunjuk bagaimana cara membuat repeater dg ht iCOM V68.
59.
bang jefri | Februari 27, 2011 pada 10:12 pm
untuk ht icom mungkin bang yanto bisa pake mode vox agar tidak perlu membongkar radioo tsb, tapi biasanya hasilnya tidak maksimal dikarenakan kalau mode vox untuk cornya tergantung dari sinyal suara yang masuk tapi sebaiknya radio rx icomnya di buka dan cari jalur cos, atau audio mute atau bisa juga diambil dari led indikator terus dihubungkan kerangkaian cornya untuk mengaktifkan radio tx nya.
salam kenal
60.
landuke | Juli 6, 2009 pada 11:37 pm
punya skema antena 2 meter band horisontal terbaru tolong dong kirim ke-email saya dong
61.
BONNY | September 15, 2009 pada 1:23 pm
antenna 2 meter band sangat banyak jenisnya, untuk mendapatkan yang terbaik salah satunya bisa search ke ham.universe.com
62.
yd 4 swr | Februari 19, 2010 pada 3:55 pm
pake aj ant telehegen yg usa
63.
ikhsan | Agustus 21, 2009 pada 9:20 am
Saya seorang mahasiswa, saya ingin menanyakan bagaimna cara membuat rangkaian repeater utk radio rig, tlg saya minta gambar2 skema peralatannya serta gambar rangk elektroniknya. Thanks
64.
JZ30SEQ | September 15, 2009 pada 3:51 pm
Frend.Ada yg tau ga cara buka tu2p sequel V68.
65.
yd 2 vgi | November 1, 2009 pada 12:30 am
tekan func ama 0,geser pake */# ke f5 trs putar ke angka 1000(terbuka squel) & putar 1x ke kiri dah nutup lg squelnya
66.
helmi | September 25, 2009 pada 6:38 pm
saya ada motorola GP2006 tapi VHF.. Bisa ga ya diubah jadi UHF?
please
67.
yd 2 vgi | November 1, 2009 pada 12:39 am
ada yang punya skema filter receiver buat ngilangin spleter pd repeater gak ya????????????? bls dong ke e-mail aku,please!!!thank’s
68.
yd 4 swr | Februari 19, 2010 pada 3:51 pm
mudah aj ganti pswt rx nya kalau bisa pake tuk rx nya 7950
69.
yd 4 swr | Februari 19, 2010 pada 4:08 pm
orari lampung yd 4 swr
70.
yuvenitus | Maret 27, 2010 pada 8:15 am
MOHON DILURUSKAN KLU SY MAU PSNG ANTENA DI LUAR DI PERBOLEHKAN TDK,TRS YG HRS DIPERHATIKAN APA ( WALAUPUN SY MENGGUNAKAN HT YG DOUBLE FREQNSI ) MOHON DIJELASKAN DAN DI LURUSKAN.TRIM (08111838465 )
71.
waone | April 22, 2010 pada 9:33 pm
mohon bantuannya ..bagaimana cara memasukkan frekuensi pada perangkat yaesu vx-7r..trimakasih
72.
rhu | April 27, 2010 pada 2:41 am
slmt Pagi
mohon bantuanx donk,saya kan punya hobby Adventure….saya pengen beli HT tapi setiap pengen beli pelayan tokox selalu ajukan pertanyaan yg gwx nggak ngerti…. jadi mohon instruksix kalau mau beli HT itu apa aja yg harus di perhatikan selain merek n kulaitas barangx?????
selain itu minta donk daftar istilah yg ada dlm penggunaan HT
terima kasih n mohon bantuanx
73.
Dindin | Mei 1, 2010 pada 2:50 am
Ikut nongkrong aja ah. .. Salam kenal untuk penulisnya. Bravo 86
74.
bagan | Mei 13, 2010 pada 12:46 pm
hai…..salam kenal ya,,,,,,,
aku mau cari sofware Alinco DR 635,apakah ada yg bisa bantu aku…….ntar di emai aja ke pandapotantbn@gmail.com
75.
TJONGTJI PAULUS TAMPUBOLON | Mei 31, 2010 pada 1:58 am
MAT PAGI,GIMANA RANGKAIAN UTK MIC/PTT DARI COR KE PERANGKAT HT YG MERUPAKAN TX REPEATER … TOLONG DIBANTU YA TEMAN2, TRIMS – YD6PTS
76.
tyo | Juni 16, 2010 pada 10:58 pm
COR itu klu menurut saya funsnya hanya sebagai sakelar automatis menggunkana sinyal audio jadi alat pemicunya hanya audio dari speker…tinggal kita cari output speker hat untuk menggerakkan Ptt pesawat satnya…
77.
Joko | Juli 7, 2010 pada 9:55 pm
Asalamualaikum ..!
Saya mau tanya mas kenpa kok d daerah saya ciamis, gak ada TVRI semarang, pkok’ya TVRI gax da smwa, bagaimana supaya bisa ada di tV sayah mas terimasih banyak, bisa sms di 081323922862, atau langsung coment, kirim lewat e-mail ya tidak apä…! Wasalam..!
78.
trianto | Juli 26, 2010 pada 6:10 am
Hallo lam kenal, sy pendatang baru belum tau apa2, di mobil sudah saya pasang ICOM IC-2000, kalo pengen biar bisa kuat baik ngirim maupun trima harus bagaimana n diperlukan apa aj, krn saya tdk tau antena jenis apa yg peka untuk mobile ???
79.
@pokdarbenhil | Februari 26, 2012 pada 4:04 pm
coba dengan antena larsen yg tipe nm150p
kalo Rx biasanya sih dari karakter perangkat namun kalo ada yg rusak ya berarti Rx nya harus diganti
80.
zoe | Agustus 12, 2010 pada 10:24 am
Halo, selamat siang
Mo tanya , disini ada radio komuniklasi jenis rig merk kenwood bagaimana caranya duplex ok terimakasih….
81.
zoe | Agustus 12, 2010 pada 10:30 am
oya mo tanya lagi disini juga ada amplifayer atau istilahnya teklek jenisnya alinco elh 2300 cara sambungnya gimana ..dari antena telex ke mana sambungnya..ke conector sebelah kiri atau kanan ok trims
82.
Willy | Oktober 3, 2010 pada 3:58 pm
Salam ROGER….
Minta bantuan teman2, saya mau membuat repeater dgn 2 buah rig. IC-2000 buat receive & DR-135 buat transmit. Rangkaian repeater sudah ada. Cuma yang saya binggung dari IC-2000 ini di mana titik atau pin yang bisa saya ambil untuk mengaktifkan switch repeater. diamana pada saat ada signal yg masuk ada minimal 5V yg keluar aja buat input ke repeater… saya sangat mengharapkan bantuan nya segera,….. langsung email saya wiilylimas@ymail.com
83.
SOEGIONO | April 12, 2011 pada 10:51 pm
mas bagi2 dong skema filter rx rpo nya…
84.
delta | April 18, 2011 pada 11:00 am
untuk beberapa jenis radio seperti Ucom, alinco dan radio lain bisa juga di buat repeater, sistem yang digunakan dan biasa saya gunakan squelch sebagai switch untuk mentriger TX
85.
@pokdarbenhil | Februari 26, 2012 pada 4:00 pm
boleh doong di share, rangkaian COR nya, beli jadi atau homebrew?
tks yaa sebelumnya
86.
budhy | April 25, 2011 pada 10:21 am
Salam kenal semua,:-) ada yg bisa bantu gak dimana letak titik cos ( audio mute ) icom v8000. Mode rxnya saya mau pakai DCS. Tanks.
87.
bendot | Agustus 20, 2011 pada 6:54 am
Bangsat yg punya blog ini. Pertanyaan udah banyak ko gak di jawab..kalo punya ilmu masih cetek mendingan gak usah sok bual dan pamer.!!
88.
sabirin | November 22, 2011 pada 7:40 am
saya punya HT JT-2118 dan bagaimana caranya mendapatkan buku petunjuk setingan atau sofwernya. trims sabirin
89.
kaptenjack99 | Desember 26, 2011 pada 5:24 pm
salam…..
saya pnya HT olinca TH-888s, sampai saat ini saya masih bingung dengan jangkauan HT saya tersebut, jika ada agan2 d sista2 yg tau berapa jarak jangkauan HT olinca TH-888s tersebut mohon infonya, dan kalau ada yg tau bagaimana cara meningkatkan jarak jangkauan olinca TH-888s tersebut mohon secepatnya beri tahu caranya….
atas informasi dan petunjuknya saya ucapkan thx…..
90.
@pokdarbenhil | Februari 26, 2012 pada 3:58 pm
UHF atau VHF
utk jangkauan banyak pengaruhnya tapi utk kondisi normalnya coba di cek saja power meter menggunakan SWR POWER METER dengan antena DUMMY LOAD 50 ohm
UHF low: 1 W, mid: 3W dan hi-minimal 4 watt
VHF low: 1W, mid: 3W dan hi: minimal 5 watt
kalo lebih dari angka di atas, beruntunglah tapi kalo kurang berarti beruntunglah tehnisi HT, artinya ada komponen yang kerjanya nggak mendukung, misalkan tegangan power lemah, atau panel power jebol
kondisi tersebut batt harus dalam kondisi fully charge alias baru di charge dan tidak bocor batt nya
untuk menambah jangkauan bila antena standar pabrik (helical)dirasa kurang, bisa mengganti antenna dengan jenis2 antena SUPER STICK, dimana db dari antena jenis SUPER STICK itu bisa mencapai 3db (dengan modifikasi2 loading menggunakan perak/emas) sehingga menambah jangkauan pancaran
91.
Galang Mahardika | Januari 19, 2012 pada 12:05 pm
bos saya punya ht v3288d kok kekunci keluar ch 1,ch2 terus saya restar kagak bisa caranya gimana bos?
92.
@pokdarbenhil | Februari 26, 2012 pada 3:46 pm
konci ada 2
1. manual
2. sopwer
kalo konci manual bisa dibuka
tapi kalo konci sopwer harus pake sopwer
utk membuka konci manual
1. matikan radio
2. tekan tombol “enter” tahan
3. nyalakan radio sambil tetap menahan tombol “enter”
4. lepas semua/ jangan di lepas HT nya nanti jatuh, yg dilepas tombol “enter”nya ya
ulangi kembali kalo mau di konci agar keluar CH 001, CH002
93.
Radjata imam santosa | Februari 8, 2012 pada 8:36 pm
Sebuah pencerahan yg bagus…
94.
EQ | September 27, 2012 pada 8:43 pm
maaf numpang lewat,,,,,
saya baru kenal yang namanya HT, sekarang saya punya HT ICOM IC-v85, tapi g tw cara pakenya,,,, bisa minta tolong g panduan lengkap n literatur cara mengoperasikan n lain sebagainya dari alat komunikasi yg satu ne….. mohon bantuannya…. thanks….
95.
Tri Widy | Januari 11, 2013 pada 2:53 pm
Kan ada manual booknya kalo beli baru. Kalo tidak ada bisa browsing di google. Ketik aja manual for Icom Ic- V85. Saya nyari untuk icom Ic 2N dan Ic V68 yang tergolong jadul aja dapet kok. Tapi biasanya pakai bahasa inggris. Silakan mencoba. Semoga berhasil……..
96.
Arul Razy | Januari 3, 2013 pada 1:40 pm
maaf numpang tanya juga,,
kami baru saja mendirikan Repeater, untuk keperluan Emergency,, dengan radio rakitan 2 buah radio merk Motorola,,, dengan antena G7 dengan Pawer 60A, Kabel Heliax, dengan ketinggian -/+ 60M,, untuk daya pancaran (tembak) bagus, tp untuk penerimaan kurang,, adakah solusi untuk masalah ini??? terimakasih,,,